BAB 8
PROMOSI DAN PEMINDAHAN
BEBERAPA PENGERTIAN DAN ARTI PENTING
Arun
Manoppa dan Mirzas Saiyadim memberikan difinisi promosi sebagai berikut: Promotion
is the upward reassignment of an individual in an organization hierarkys
accompained by increased responsibilities, enhanced status, and usually with
increased income, though not always so. Menurut Alek Nitisemito,
promosi adalah proses kegiatan pemindahan karyawan dari satu jabatan kepada
jabatan lain yang lebih tinggi.
Berdasarkan
difinisi di atas maka suatu promosi akan selalu diikuti oleh tugas, tanggung
jawab dan wewenang yang lebih tinggi dari jabatan yang diduduki sebelumnya.
Pelaksanaan promosi tidak selalu diikuti oleh kenaikan gaji bagi karyawan
yang dipromosikan, gajinya bisa tetap, tetapi pads umumnya bertambah besar
kekuasaan dan tanggung jawab seseorang bertambah besar pula balas jasa yang
diterimanya.
Pemindahan
atau lebih dikenal dengan mutasi adalah perubahan jabatan dalam arti umum.
Dengan demikian baik promosi maupun demosi (lawan dari promosi) termasuk ke
dalam istilah pemindahan. Dalam pengertian yang sempit, mutasi merupakan
proses pemindahan jabatan dari satu jabatan ke jabatan lain yang sederajat.
Promosi
mempunyai arti yang penting bagi perusahaan karena dengan adanya promosi
akan dapat meningkatkan semangat kerja karyawan. Jika promosi direalisasikan
kepada karyawan yang berprestasi tinggi maka akan menimbulkan rangsangan
bagi para. pegawai untuk meningkatkan semangat kerja. Tindakanpromosi penting
sekali untuk menjaga kestabilan pegawai perusahaan. Apabila tindakan
promosi didasarkan pada waktu yang tepat dan dilaksanakan secara obyektif maka
stabilitas kepegawaian dapat terjaga. Keuntungan dari adanya stabilitas pegawai adalah
perusahaan dapat mengurangi intensitas penarikan karyawan barn yang membutuhkan
waktu dan biaya. Promosi perlu juga dilakukan untuk memajukan pegawai
terutama bagi pegawai yang becprestasi. Seorang karyawan dapat dikembangkan
dengan cara diberi kekuasaan yang lebih besar atau dengan kata lain
dipromosikan.
BEBERAPA PERSYARATAN PROMOSI
Sebelum
promosi seorang karyawan dalam suatu perusahaan dilaksanakan maka perlu
ditetapkan syarat-syaratnya. Syarat-syarat tersebut dapat dipakai sebagai
pedoman untuk menentukan personal yang berhak untuk dipromosikan.
Beberapa
persyaratan untuk promosi tentu tidak sama untuk jabatan yang berlainan,
jabatan yang sama tetapi lain departemen clan jabatan yang sama dalam
departemen yang sama tetapi lain perusahaan. Sebagai contoh adalah untuk
jabatan direktur utama dan manajer pemasaran, manajer pemasaran dan
manajer personalia, manajer pemasaran perusahaan besar dan manajer
pemasaran perusahaan kecil. Meskipun terclapat perbeclaan persyaratan
namun perlu diketahui persyaratan umum yang biasanya diperlukan perusahaan
sebagai "patokan" dalam rangka promosi karyawan. Menurut Alek
Nitisemito, syarat-syarat tersebut antara lain)
1. Pengalaman
Banyaknya
pengalaman seorang karyawan seringkali dipakai sebagai salah satu syarat
untuk promosi, sebab dengan pengalaman yang lebih banyak diharapkan kemampuan
yang lebih tinggi, ide yang lebih banyak dan sebagainya.
2. Tingkat pendidikan
Ada
perusahaan yang mensyaratkan minimal pendidikan untuk dapat diromosikan
pada jabatan tertentu. Hal tersebut dikiarenakan pendidikan yang lebih tinggi,
dapat diharapkan pemikiran yang lebih baik.
3. Loyalitas
Loyalitas
terhadap perusahaan rnerupakan syarat penting yang sering dipakai untuk
promosi. Hal tersebut dikarenakan bahwa loyalitas yang tinggi dapat diharapkan
adanya tanggung jawab yang lebih besar.
4. Kejujuran
Untuk
promosi jabatan tertentu mungkin masalah kejujuran merupakan syarat yang
penting, misalnya untuk jabatan kasir.
5. Tanggung jawab
Untuk
suatu jabatan yang memerlukan tanggung jawab besar, faktor tanggung jawab
pegawai yang akan dipromosikan perlu diketahui.
6. Kepandaian bergaul
Untuk suatu
jabatan tertentu diperlukan kepandaian bergaul, sehingga persyaratan
kepandaian bergaul dengan orang lain perlu dicantumkan untuk promosi jabatan
tersebut. Misalnya untuk jabatan salesman maka persyaratan tersebut amat penting.
7. Prestasi kerja
Syarat
ini merupakan syarat yang paling umum digunakan oleh perusahaan. Penilaian
prestasi kerja dapat dilakukan dengan melihat catatan, kerja karyawan tersebut
dimasa, lalu.
8. Inisiatif dan kreatif
Untuk
syarat promosi terhadap jabatan tertentu mungkin syarat tingkat inisiatif dan
kreatif merupakan syarat yang harus diperhitungkan. Misalnya dalam perusahaan
mobil, maka karyawan bagian perancang (designer) perlu memiliki syarat ini.
Di
samping syarat-syarat umum di atas perusahaan biasanya menetapkan syarat khusus
karena alasan tertentu. Meskipun demikian dalam menetapkan suatu syarat promosi
untuk suatu jabatan tertentu tidak hares semua syarat umum di atas dicantumkan.
Pada umumnya hanya sebagian yang dicantumkan dengan ditambah beberapa
persyaratan khusus jika diperlukan.
PROMOSI DARI LUAR DAN DARI DALAM PERUSAHAAN
Promosi
dari dalam yaitu promosi yang dilaksanakan diantara karyawan perusahaan
sendiri. Sedangkan promosi dari luar adalah pengisian jabatan atau tempat
oleh orang yang sebelumnya tidak menjadi karyawan perusahaan tersebut.
Pada
umumnya perusahaan cenderung melaksanakan promosi dengan memilih karyawannya
akan tetapi tindakan memilih orang dari luar perusahaan juga bukan merupakan
kejadian yang jarang. Hal tersebut terjadi apabila diantara karyawannya belum
ada yang memenuhi syarat untuk dipromosikan pada jabatan yang dikehendaki.
Sebaliknya
ada perusahaan yang menetapkan bahwa untuk suatu jabatan tertentu, cenderung
untuk menetapkan orang dari luar perusahaan. Tindakan ini didasari pertimbangan
bahwa jabatan yang akan diisi memerlukan karyawan yang kaya ide dan sangat
sulit didapatkan dari karyawan perusahaan..
Kedua
pendapat di atas masing-masing memiliki kebaikan dan kelemahan sehingga
sebenamya cara mana yang paling tepat tergantung pada situasi dan kondisi serta tujua masing-masing
perusahaan. Kebaikan dan kelemahan yang dimaksud adalah :
1. KebaikAN
a.
Promosi dari dalam
1.
Moral
karyawan cenderung dapat ditingkatkan
2.
Pengetahuan
tentang lingkungan cenderung lebih baik
3.
Loyalitas
terhadap perusahaan cenderung lebih dapat diharapkan
4.
Data-data
identitas cenderung lebih dapat diketahui kebenarannya.
b.
Promosi dari luar
1.
Ide-ide
bare cenderung lebih dapat diharapkan
2.
Kewibawaan
cenderung akan lebih baik
3.
cenderung
untuk dapat memperoleh orang yang paling tepat
4.
Unsur
subyektivitas cenderung akan dapat lebih dielimmir
2. Kelemahan
a. Promosi
dari dalam
1.
Cenderung
sulit memperoleh ide-ide bare yang gemilang
2.
Kemungkinan
promosi yang dilakukan lebih ditekankan pada like dan dislike daripada
bakat dan kemampuan
3.
Kemungkinan
promosi yang dilakukan adalah dipaksakan
b. Promosi
dari luar
1.
Mempunyai
kecenderungan untuk menurunkan moral pegawai perusahaan
2.
Loyalitas
pejabat yang bersangkutan sulit diharapkan
3.
Kurangnya
pengetahuan tentang lingkungan perusahaan
Karena
adanya kelemahan dalam melaksanakan promosi maka sangat dimungkinkan
timbulnya efek sampingan. Efek sampingan biasanya diakibatkan promosi dari
dalam pemisahan, misalnya
1.
Kesalahan dalam promosi
Bentuk
kesalahan ini menyangkut faktor-faktor subyektif dalam penilaian siapa yang
perlu dipromosikan, apalagi jika calon yang hendak dipromosikan pandai mendekat
atasan. Di sini kemungkinan pertimbangan bakat dan kemampuan dapat terkalahkan.
2. Rasa iri hati
Meskipun
promosi yang dilaksanakan sudah bersifat obyektif, tetapi kemungkinan hal
ini tetap dirasakan sebagai kurang obyektif oleh karyawan yang kebetulan
belum mendapatkan kesempatan promosi. Hal tersebut dapat saja menimbulkan iri
hati dengan segala akibatnya.
3. Pelaksanaan
promosi yang dipaksakan
Mungkin
karyawan yang dipromosikan merupakan pilihan terbaik yang mungkin dilakukan
(paling tepat), akan tetapi sebenarnya karyawan tersebut belum memenuhi syarat
minimal untuk dipromosikan. Hal ini dapat menyebabkan tugas-tugas dan pekerjaan
yang dibebankan tidak terselesaikan dengan memuaskan.
PEMINDAHAN
Pemindahan
karyawan biasanya bertujuan untuk menempatkan karyawan pada tempat yang
setepatnya dan agar pegawai yang bersangkutan mendapatkan kepuasan kerja
yang tinggi sehingga dapat memberikan prestasi yang maksimal. Adanya tujuan
di alas sesuai dengan pendapat Arun Manoppa yang membedakan dua sebab tedadinya
pemindahan karyawan, yaitu:
1. An individual employee
may request a transfer in seeking his own preferences and benefits
2. Organization may
instiates transfer as a requirement for more effectial operations or as a
solution to human relation problem.
Pemindahan
yang didasarkan pada keinginan pegawai pada umumnya hanya merupakan pemindahan
pada jabatan yang sama. Alasan pemindahan tersebut misalnya pegawai tersebut
merasa kurang tepat pada jabatannya atau kurang bisa kerja sama dengan
kawan-kawan sepekerjaan atau dengan atasan langsungnya.
Pemindahan
karena keinginan perusahaan dapat tedadi karena dua sebab. Sebab pertama
adalah untuk menjamin bahwa kepercayaan pegawai bahwa mereka tidak akan
diberhentikan karena kekurangan kecakapan dalam jabatan yang lama. Sebab yang
kedua adalah untuk mengurangi rasa bosan pegawai karena dianggap, terlalu
lama memegang jabatan yang sama.
Menurut Manullang,
pemindahan pegawai karena keinginan perusahaan dapat terjadi karena berbagai
sebab yaitu
1.
Kebutuhan
untuk menyesuaikan sementara misalnya seseorang tidak masuk kerja
2.
Mengatasi
keadaan darurat karena fluktuasi volume pekerjaan
3.
Kebutuhan
latihan, misalnya rotasi jabatan
4.
Kebutuhan
ploeg pekerjaan
JENIS-JENIS
PEM1NDAHAN
Jenis pemindahan,dapat
digolongkan menjadi tiga cara, yaitu
1.
Pemindahan
yang didasarkan atas unit aktivitas, meliputi
a.
Pemindahan
antar seicsi
b.
Pemindahan
antar bagian
c.
Pemindahan
antar perusahaan
2.
Pemindahan
yang didasarkan atas maksud atau tujuan, meliputi
a. Production
transfer
Yang
dimaksudkan dalam pemindahan ini adalah pemindahan pegawai dalam jabatan
yang sama dalap lingkungan produksi yang berbeda karena dalam lingkungan
produksi pertama volume dikurangi sedangkan lingkungan produksi dimana dia
dipindahkan volumenya ditambah.
b. Replacement transfer
Pemindahan
bentuk ini adalah menempatkan pegawai yang telah lama mass dinasnya kepada
jabatan yang sama departemen yang lain untuk menggantikan pegawai yang
masih sedikit masa, dinasnya dan diberhentikan. Pemindahan jenis ini
tedadi jika perusahaan memperkecil aktivitas usahanya.
c. Versatility
transfer
Pemindahan
ini bertujuan agar pegawai yang bersangkutan, dapat melakukan pekerjaan dalam
berbagai lapangan.
d. Shift
transfer
Yaitu
pemindahan pegawai dari ploeg satu ke ploeg yang lain. Misalnya seorang
pegawai dipindahkan dari ploeg Siang ke ploeg malam.
e. Remandial
transfer
Yaitu
perpindahan pegawai dari satu jabatan ke jabatan lain atau ke jabatan sama
dalam departemen yang lain agar dapat bekerjasama dengan temantemannya atau
atasannya.
3.
Perpindahan, Batas
dasar lamanya memangku jabatan yang baru
a. Temporary
transfer
Temporary
transfer berarti pemindahan sementara yaitu baik pegawai yang bersangkutan
maupun perusahaan bermaksud memindahkannya kembali ke jabatan semula.
b. Permanent
transfer
Yaitu
perpindahan pegawai untuk memangku jabatan yang baru untuk waktu selama-lamanya
sampai tiba waktunya pegawai tersebut dipindahkan ke jabatan lain baik
karena promosi atau sebab-sebab yang lain.
RENCANA PROMOSI DAN PEMINDAHAN
Sebaiknya
suatu perusahaan membuat rencana yang jelas untuk promosi clan pemindahan bagi
pars karyawannya. Apabila perusahaan tidak memilikinya maka perusahaan
tidak mempunyai ocean tentang dasar-dasar promosidan pemindahan sehingga
dalam prakteknya Bering terbentur pada faktor subyektifitas. Oleh karena itu
perusahaan harus menetapkan dan membuat :
1. Hubungan horizontal dan
vertikal dari masing-masing jabatan
Seorang
karyawan yang hendak dipindahkan atau dipromosikan tidak boleh ditempatkan
pada sembarang jabatan. Karyawan tersebut harus ditempatkan ke jabatan
yang ado hubungannya dengan jabatan sebelumnya. Oleh karena itu sebelum diadakan
pemindahan pegawai harus ditentukan hubungan vertikal maupun horizontal dari
masing-masing karyawan.
2. Penulisan
kecakapan pegawai
Apabila
hubungan vertikal dan horizontal telah ditetapkan maka untuk menentukan
calon siapa yang akan dipromosikan atau dipindahkan ke jabatan yang lowong,
harus diadakan penilaian kecakapan pegawai-pegawai tersebut. Dengan penilaian
yang diadakan akan diperoleh keterangan pegawai mana yang pantos dipromosikan
dan pegawai mana yang harus dipindahkan.
3. Ramalan
lowongan dan data pegawai
Berkaitan
dengan ramalan lowongan pekerjaan pada suatu perusahaan terdapat dua cara
penetapan. Cara yang pertama adalah dengan terlebih dahulu mendapatkan data
turn over pegawai dan kemudian menentukan proyek-proyek yang diharapkan dibuka.
Dengan cara demilcian dapat ditentukan besarnya lowongan yang mungkin dibuka
pads waktu yang akan datang. Misalnya dalam suatu perusahaan terdapat dua rates
lima puluh orang dan turnover pegawai adalah sepuluh persen. Proyek yang
diharapkan dibuka memerlukan tambahan karyawan sebanyak dua puluh orang, maka
berdasarkan keterangan di atas dapat diketahui bahwa ramalan lowongan berjumlah
empat puluh lima orang.
Cara yang
kedua, ramalan lowongan pekerjaan suatu perusahaan ditetapkan dengan membuat
skerna organisasi tentang umur pegawai. Pads skema organisasi dipakai jenis
warna tertentu untuk menunjukkan umur dari pejabat. Misalnya pegawai yang
berumur di bawah 20 tahun diberi wama kuning, kelompok pegawai yang berumur
antara 20 sampai 30 tahun diberi wama hijau, pegawai yang berumur antara. 30
sampai 45 diberi wama bins dan pegawai yang berumur 45 tahun atau lebih
dikelompokkan dan diberi wama merah.
REFERENSI
Tidak ada komentar:
Posting Komentar